<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Patomi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://patomi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://patomi.wordpress.com</link>
	<description>swarnaning bawana...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 22:54:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='patomi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2b1f8bfaa46d86ddaf6e6c241164ee7b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Patomi's Weblog</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://patomi.wordpress.com/osd.xml" title="Patomi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://patomi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Yosh&#8230;!!!</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2010/03/15/yosh/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2010/03/15/yosh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 22:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode menyapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Come back!! Datang lagi setelah sekian bulan menghilang&#8230; Rinduuuu&#8230; Menulis adalah tentang apa yang akan kamu tulis&#8230;bukan tentang seseorang yang membuatmu terpaksa menulis&#8230; hehe&#8230; lupakan lah&#8230;jangan diingat-ingat!! heuheu..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=531&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Come back!!</p>
<p>Datang lagi setelah sekian bulan menghilang&#8230;<br />
Rinduuuu&#8230;</p>
<p>Menulis adalah tentang apa yang akan kamu tulis&#8230;bukan tentang seseorang yang membuatmu terpaksa menulis&#8230;<br />
hehe&#8230;</p>
<p>lupakan lah&#8230;jangan diingat-ingat!!<br />
heuheu..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=531&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2010/03/15/yosh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Labil</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/11/02/labil/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/11/02/labil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 04:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode menyapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Saya masih ingat dengan benar setahun yang lalu seorang teman ‘curhat’ tentang nasibnya yang masih men’jomblo’ sampai tingkat akhir kuliahnya, belum pernah pacaran. Saya bertanya, ‘How can?’, meskipun tidak bisa dibilang rupawan tapi cukup oke lah, segala macam kesenangan dunia tersedia (anak orang kaya), sholatnya rajin, keturunan baik-baik, dan tidak kalah penting orangnya asyik!! Rasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=527&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya masih ingat dengan benar setahun yang lalu seorang teman ‘curhat’ tentang nasibnya yang masih men’jomblo’ sampai tingkat akhir kuliahnya, belum pernah pacaran. Saya bertanya, ‘How can?’, meskipun tidak bisa dibilang rupawan tapi cukup oke lah, segala macam kesenangan dunia tersedia (anak orang kaya), sholatnya rajin, keturunan baik-baik, dan tidak kalah penting orangnya asyik!! Rasanya hampir mustahil tidak ada perempuan yang tertarik. “Masih belum menemukan yang cocok” katanya, “Atau masih mengharapkan yang lama?” itu kata hati saya. Waktu itu, dia menyebut dirinya sendiri sebagai ‘Pria Labil’. Lama tidak berhubungan, baru saya ketahui dia sudah punya pacar, “present from the past” katanya. Ah…benar kan? Masih mengharap yang lama!!</p>
<p>Tidak banyak yang bisa saya ambil dari cerita di atas, hanya satu istilah baru “Pria Labil”. Dan sebuah pemahaman, &#8221; jadi keadaan seperti itu dinamakan labil ya??&#8221;</p>
<p>Sampai saat ini pun, saya masih sering menerima curhatan teman-teman soal yang satu itu. Mahasiwa-mahasiwa tahun kedua-ketiga dan makhluk-makhluk yang sudah memasuki usia siap menikah tapi tak kunjung menemukan jodoh. Dan semua berakar dari masalah yang sama; lawan jenis.</p>
<p>Lucu…funny…ingin tertawa…hahaha…:D</p>
<p>Bukan ingin menertawakan, tetapi teringat pengalaman diri sendiri. Sadar bahwa saya pun pernah mengalami masa-masa ‘labil’ tersebut. Mengenal seorang lawan jenis, merasa nyaman, lalu tertarik dan selanjutnya menggila. Menggila ingin bisa mendapatkannya lalu menggila ingin melupakannya. Sungguh keputusan yang menggelikan dan bodoh menurut saya.</p>
<p>Banyak sekali pertanyaan dalam pesan singkat yang mampir ke nomor ponsel saya. “Gmn gw bisa ngedapetin perhatian dy?”, “Gmn gw bisa dekat ma dy?”, “Gmn gw bisa nglupain dy?”, “Gila niy gw…menurut lo gimana?”. Masih banyak lagi, 5W+H…lengkap!! Tentu saja pertanyaan semacam ini pernah juga bergelayut di otak saya, tetapi tetap saja harus berpikir ulang jika ditanya.</p>
<p>Saya jadi sadar, ternyata saya berbakat menjadi seorang konsultan…haha…</p>
<p>Entahlah, sebenarnya saya juga bingung karena masalah seperti itu adalah masalah hati, perasaan dan personality. Bisa jadi penyelesaian kasus satu orang berbeda dengan yang lain karena karakter yang berbeda. Akan tetapi pada akhirnya semua akan kembali pada masing-masing orang. Karena hal ini sangat erat kaitannya dengan hubungan antara dua pribadi, tentulah hal pertama yang harus diketahui adalah diri sendiri. Siapa saya? Seperti apa saya? Bagaimana harus memperlakukan diri saya? Ya…manajemen diri!! Dengan manajemen diri akan membantu seseorang untuk memahami diri sendiri dan orang lain sehingga bisa diaplikasikan dalam interaksi sehari-hari. Tidak hanya urusan cinta tentu saja, manajemen diri juga bisa diaplikasikan dalam berteman, berhubungan dengan orang tua, mengajar, dsb. Yang saya tahu, manajemen diri bukanlah ilmu psikologi tingkat tinggi, jadi bisa dipelajari secara mandiri. Dan di tahun pertama kuliah biasanya materi ini sudah dimasukkan ke dalam serangkaian acara penyambutan mahasiswa baru, tentulah sudah bukan masalah lagi kan? Hanya terkadang memang seseorang memerlukan ‘second voice’ untuk meyakinkan diri mereka sendiri. Mungkin itu peran yang mereka sediakan untuk saya…^^v</p>
<p>Ada satu pola tentang masalah hati dan perasaan terhadap lawan jenis yang saya peroleh dari dosen ketika membimbing Tugas Akhir (TA). Seperti ini, “Kamu mau desain asrama mahasiswa seharusnya tahu bagaimana perilaku mahasiswa. Dulu waktu masih tingkat 1, pertanyaan mahasiswa  yang sering muncul pasti seperti ini, ‘siapakah aku?’.  Memasuki tahun ke-2 dan ke-3, pertanyaannya berubah, ‘siapakah dia?’. Lalu memasuki tahun akhir, sudah frustasi dengan kuliah dan sebagainya, pertanyaannya berubah menjadi pernyataan seperti ini, ‘Ahhh…sudahlah…siapa saja!!’”</p>
<p>Hahahaha….saya tertawa mendengar ajaran dosen saya tersebut. Tetapi memang benar apa yang dikatakan beliau, kasus tugas akhir saya berhubungan dengan behavior setting dan psichology architecture. Tahun awal kuliah, saya sendiri seperti tersadarkan untuk lebih mengenal diri, mencari jati diri istilah kerennya.  Tahun kedua dan ketiga mulai aktif di organisasi mengenal banyak teman dan mata mulai nakal, lirik kanan-kiri mencari sesosok yang menarik, mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang dia, dsb. Tetapi memasuki tingkat akhir pernyataan dosen saya itu tidak berlaku bagi saya. Pernyataan itu berubah lagi menjadi, ‘Ahhh…sudahlah…apa saja!!!’. Hahaha…maklum lah, tingkat stress sudah terlalu tinggi menghadapi tugas akhir dan seminar yang bebannya 13 sks dengan 4 kali sidang, 4 dosen penguji, 4 bulan masa deadline…jadi apapun saya jadikan pelarian.</p>
<p>Saya jadi maklum dengan kondisi teman-teman yang memberikan kepercayaan untuk berbagi dengan saya karena memang seperti itulah pola perilakunya.</p>
<p>Bertemu dengan seseorang yang menarik dan pantas untuk disukai adalah kesempatan. Tetapi memutuskan untuk menyukainya atau tidak, itu adalah pilihan. Mau menggila untuk mendapatkan perhatiannya atau berusaha bersikap biasa atau bahkan melupakannya juga sebuah pilihan. Pada akhirnya, semua kembali pada diri sendiri. Adrift, labil, atau apapun istilahnya hanyalah sebuah pilihan.  Tapi saya bangga bisa berucap, “ I’m single and very happy…!!” ^__^v</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=527&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/11/02/labil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Black Deal</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/11/02/my-black-deal/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/11/02/my-black-deal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 03:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode menyapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedang bermain ‘black deal’ yang terdapat dalam ponsel ketika tetangga saya tiba-tiba datang. Tahu kan permainan kartu yang satu itu?? Mungkin seperti berjudi karena dalam permainan itu ada angka yang dijadikan taruhan. Mungkin itu sebabnya dinamakan ‘black deal’. Tetapi tentu saja saya hanya berniat untuk bermain-main, bukan judi dalam arti sesungguhnya. Berkali-kali saya kalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=523&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sedang bermain ‘black deal’ yang terdapat dalam ponsel ketika tetangga saya tiba-tiba datang. Tahu kan permainan kartu yang satu itu?? Mungkin seperti berjudi karena dalam permainan itu ada angka yang dijadikan taruhan. Mungkin itu sebabnya dinamakan ‘black deal’. Tetapi tentu saja saya hanya berniat untuk bermain-main, bukan judi dalam arti sesungguhnya. Berkali-kali saya kalah setelah mendengar suara tetangga tadi menangis sambil bercerita sesuatu kepada ibu. Konsentrasi saya pecah, maklum karena saya seorang auditori. Hhh…berjudi pun ternyata butuh konsentrasi ya…?? </p>
<p>Baru saya ketahui mengapa tetangga tadi menangis dari cerita kakak. Anaknya di penjara untuk yang kedua kalinya dengan kasus yang sama. Entahlah…saya tidak tahu harus bersikap apa. Saya jadi teringat dengan permainan ‘black deal’ yang tadi saya mainkan.  Tiba-tiba terpikir bahwa hidup ini mirip dengan permainan tadi, ‘black deal’. Hanya ada dua pilihan, you wanna be winner  or loser. Anak tadi di penjara karena dia memilih untuk di penjara, seperti itu kan?? Tapi apakah hidup ini memang mirip dengan judi??</p>
<p>Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup. Pun ketika saya berjudi, maksud saya bermain ‘black deal’, saya tidak pernah tahu kartu apa yang akan keluar.  Saya hanya bisa mengira kartu yang akan keluar dan peluang yang menyertainya, apakah saya bisa menjadi pemenang ataukah kembali menjadi pecundang. Tentu saja jika ingin mendapatkan poin yang tinggi, saya tidak boleh cepat berputus asa meskipun berkali-kali harus mengalami kekalahan. Belajar dari langkah yang telah diambil, mungkin itu akan lebih membantu daripada menyesali kekalahan-kekalahan yang telah lalu karena saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Ada kekuatan yang teramat dahsyat yang mengendalikan itu semua. Mungkin ini bedanya, sebab dalam judi hanya ada para penjudi dan bandar yang saya pikir peluang yang mereka miliki sama besar. Dan karena ketidaktahuan saya akan apa yang  terjadi di depan sana serta adanya kekuatan yang dahsyat tadi, saya bisa memohon untuk diberikan kemenangan seperti apa yang saya inginkan. Betul??</p>
<p>Keadaan seperti itu akan terus berlanjut. Setiap kali terbuka satu peluang, terlepas saya menjadi seorang pemenang ataukah pecundang, saya akan terus dihadapkan pada peluang-peluang lain sampai saya berkata, ” I am quit!!”.  Bukan main, ada 52 kartu yang bisa dikombinasikan! Akan tetapi ada perbedaan yang sangat jelas  dengan ketika saya berjudi, ah…tentu Anda tahu maksud saya, saya bisa mengkombinasikan sendiri semua kartu dalam hidup saya sesuai dengan pilihan yang ingin saya ambil, to be winner or loser.  Saya juga tidak bisa dengan seenaknya menyatakan berhenti dari permainan hidup. Mungkin yang harus saya katakan, “ yes, I will be responsible with my choices”. One thing needed most of all, I believe that isn’t my black deal.</p>
<p>*****</p>
<p> “ Ini bukan ujian Mba’ Nining…tapi ini hukuman dari Allah” begitu ucapan tetangga saya ketika saya mengucapkan keprihatinan atas apa yang terjadi pada keluarganya. Entahlah…sepertinya tidak tepat jika saya harus mempersoalkan apakah itu ujian atau hukuman di saat seperti itu. Hidup mungkin memang sebuah perjudian mungkin juga bukan. It’s depend on our perception, I think. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/523/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=523&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/11/02/my-black-deal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sense of Place Kampus Ganesha</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/07/20/sense-of-place-kampus-ganesha/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/07/20/sense-of-place-kampus-ganesha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 07:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Mengawali perjalanan Anda di kampus ini dengan berjalan menyusuri Taman Ganesha, menyeberangi Jalan Ganesha lalu melewati selasar yang menghubungkan dua bangunan dengan bentuk atap yang khas, mengangkat kaki melewati rantai yang terpasang di depan boulevard, bergerak menaiki anak tangga di sampingnya dan mendapati sebuah pemandangan Tangkuban Perahu dalam bingkai gedung-gedung perkuliahan dan balutan pelangi kala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=514&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://patomi.files.wordpress.com/2009/07/itb-sepi.jpg?w=497" alt="ITB sepi" title="ITB sepi"   class="alignleft size-full wp-image-513" />Mengawali perjalanan Anda di kampus ini dengan berjalan menyusuri Taman Ganesha, menyeberangi Jalan Ganesha lalu melewati selasar yang menghubungkan dua bangunan dengan bentuk atap yang khas, mengangkat kaki melewati rantai yang terpasang di depan boulevard, bergerak menaiki anak tangga di sampingnya dan mendapati sebuah pemandangan Tangkuban Perahu dalam bingkai gedung-gedung perkuliahan dan balutan pelangi kala siang hari karena bias matahari pada butiran-butiran air mancur “Indonesia Tenggelam”, terus merangkak naik mengikuti sumbu di tengah kampus ataupun selasar di kampus;  bisa jadi hari ini akan menjadi berkesan bagi  Anda.</p>
<p>Institut Teknologi Bandung (ITB), itulah dia! Kampus yang  terletak di Jl.Ganesha 10 Bandung dan memiliki luas ± 5 ha ini menyimpan potensi wisata arsitektur yang menakjubkan. Kampus yang dulu bernama THS Bandung ini di rancang pada tahun 1918 oleh Henri MacLaine Pont.  Pada saat itu, Pont sudah mempertimbangkan konsep yang pada masa sekarang  dinamakan sense of place dalam bidang arsitektur. Pont menginginkan agar perjalanan dari Selatan ke Utara kampus THS Bandung itu menjadi lebih dari sekadar perjalanan dengan pemandangan indah. Ia menginginkan agar perjalanan itu menjadi sebuah pengalaman tersendiri yang menimbulkan kesan dalam perasaan seseorang. Inilah yang disebut dengan sense of place. Sense of place didefinisikan Reeve sebagai human perception of a specific environment, in other words how a person feels about that place while experiencing it or recalling it.  </p>
<p>Dalam teori umum urban desain, ada tiga elemen utama dalam pembentukan sense of place, yaitu setting fisik, citra yang mempertegas dan aktivitas di tempat tersebut.  Sense of place di kampus ini tercipta karena perpaduan berbagai elemen: bangunan, ruang interior dan eksterior, cahaya, iklim, dsb. Kesemuanya membentuk kesan tertentu bagi orang yang berada di kampus ini.<br />
Penambahan jumlah program studi dan mahasiswa dalam perkembangan kampus ini, tentu saja berakibat pada perkembangan fisik bangunannya.  Prof. Slamet Wirasonjaya bersama timnya pada tahun 1970 ditugaskan untuk menyusun masterplan dan melakukan renovasi sekaligus pembangunan ITB hingga menjadi wujud yang sekarang ini.  Masterplan yang dihasilkan tidak hanya disusun berdasarkan sense of place, tetapi juga sense of identity, sejarah dan visi kampus ini kedepannya.  Berdasarkan hal tersebut, dengan tetap mempertahankan gagasan MacLaine Pont, Prof. Slamet Wirasonjaya bersama timnya menyusun kampus ITB menjadi tiga zona: zona heritage atau zona tradisional, zona transisi, dan zona modern.</p>
<p>Zona heritage dimulai dari gerbang depan ITB hingga daerah Teknik Sipil dan Fisika. Di zona ini bisa dilihat bangunan dengan gaya arsitektur Indisch yang terkarakterisasi dengan kuat dalam bentuk atap-atap bangunannya. Zona heritage terdiri dari beberapa bangunan asli kompleks THS Bandung yang masih berdiri hingga sekarang, di antaranya adalah Aula Barat dan Aula Timur. Zona ini adalah bentuk apresiasi terhadap sejarah masa lalu ITB. Zona transisi sendiri diwakili oleh empat labtek kembar di daerah Plaza Widya (Labtek Ahmad Bakrie, Yusuf Panigoro, TP Rachmat dan Benny Subianto). Bentuk atap keempat bangunan tersebut masih mengadopsi bentuk atap tradisional Aula Barat dan Aula Timur, tetapi bentuk bangunannya sudah mencerminkan masa modern. Zona ketiga, yaitu zona modern, dimulai dari pusat gema hingga Sasana Budaya Ganesha yang menggambarkan visi ITB di masa depan.</p>
<p>Ketiga zona tersebut dirangkai oleh sebuah sumbu yang memanjang mulai dari gerbang selatan menuju gerbang utara dengan Gunung Tangkuban Perahu sebagai acuan porosnya sehingga memudahkan seseorang dalam menentukan orientasi.  Selain itu, antar gedung di kampus ini terdapat sebuah linkage berupa selasar dan jalur pedestrian serta ruang-ruang terbuka yang sering dimanfaatkan mahasiswa untuk berkegiatan dan berdiskusi.  Menurut Fumuhiko Maki, linkage adalah semacam perekat sebuah kawasan, suatu bentuk upaya untuk mempersatukan seluruh tingkatan kegiatan yang menghasilkan bentuk fisik kawasan tersebut.</p>
<p>Kehadiran Campus Center pada tahun 2004 di tengah-tengah zona heritage oleh sebagian pihak dianggap merusak masterplan ITB yang sudah dirancang dengan sangat matang. Bangunan putih bernuansa modern ini memang sudah menuai pro dan kontra dari sejak masa perencanaannya. Akan tetapi menurut Rini Raksadjaya, salah satu dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB yang juga ikut menyusun masterplan ITB pada tahun 1970, Campus Center sudah dibangun dengan tepat karena dengan simplisitasnya ia tidak ikut-ikutan ‘berteriak’ (terlihat berbeda jauh dengan lingkungan sekitarnya).  </p>
<p>Kampus Ganesha yang tersusun dari zona-zona dan bangunan-bangunannya, dipertegas dengan adanya linkage sebagai perekat kawasan, batu-batu alam yang menempel pada dinding dan kolom bangunan sebagai sebuah identitas dan aktivitas mahasiswa serta  seluruh civitas akademika di dalamnya, ternyata mampu menimbulkan pengalaman dan kesan tersendiri pada kampus ini.  Selamat berwisata arsitektur!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=514&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/07/20/sense-of-place-kampus-ganesha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://patomi.files.wordpress.com/2009/07/itb-sepi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ITB sepi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Katakan dengan Cokelat !!</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/06/26/katakan-dengan-cokelat/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/06/26/katakan-dengan-cokelat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 23:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Satu tips untuk Anda seorang laki-laki yang sedang melakukan pendekatan terhadap seorang perempuan; katakan dengan cokelat!! Mengapa harus cokelat? Bisa dikatakan ini salah satu alternatif saja. Banyak hal yang disukai oleh perempuan: bunga, perhiasan, kosmetik, fashion, shopping atau cukup dengan sanjungan saja, pun sudah mampu melambungkan hati mereka dan saya kira masih banyak lagi. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=510&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu tips untuk Anda seorang laki-laki yang sedang melakukan pendekatan terhadap seorang perempuan; katakan dengan cokelat!!<br />
Mengapa harus cokelat? Bisa dikatakan ini salah satu alternatif saja.  Banyak hal yang disukai oleh perempuan: bunga, perhiasan, kosmetik, fashion, shopping atau cukup dengan sanjungan saja,  pun sudah mampu melambungkan hati mereka dan saya kira masih banyak lagi.  Saya tahu ini sudah menjadi rahasia umum, maka saya tidak segan-segan menulisnya di sini.  Tapi jangan salah memilih, ada banyak tipe perempuan di dunia ini, terserah bagaimana strategi Anda… ^__^</p>
<p>Entah mengapa, kalau saya perhatikan teman-teman perempuan saya dari  SD sampai saat ini banyak sekali yang suka dengan jenis makanan yang satu itu; cokelat.  Dulu waktu masih duduk di bangku SMP, setiap tanggal 14 Februari yang katanya adalah hari kasih sayang, saya menyaksikan begitu banyak teman-teman perempuan saya  kegirangan mendapatkan sebatang cokelat entah dari pacar atau teman dekat mereka.  Saya baru merasakan sendiri  ‘euforia’  sebatang cokelat  ketika ada seorang laki-laki yang memberikannya ketika saya masih kelas 1 atau 2 SMA, saya lupa!   “Jadi seperti ini rasanya..” batin saya waktu itu.  Tidak akan saya tulis seperti apa rasanya karena saya ingin Anda (yang laki-laki) semakin penasaran apakah mereka kegirangan karena cokelatnya, karena sang pemberi atau dua-duanya?  Jadi,  jangan besar kepala dulu jika seorang perempuan begitu kegirangan setelah menerima sebatang cokelat dari Anda karena bisa jadi dia girang karena cokelat yang Anda berikan, bukan karena Anda!</p>
<p>Rasa penasaran menuntun saya untuk mengikuti sebuah kegiatan bertajuk  “Sekolah Pranikah”,  setahun yang lalu.  Bukan berarti saya akan segera menikah, tetapi lebih karena materi yang diberikan cukup menarik perhatian saya seperti masalah pengelolaan keuangan, psikologi perempuan dan laki-laki serta beberapa materi yang saya sendiri sudah lupa, parah!  Dari salah satu materi tadi saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya seputar cokelat.  Menurut penuturan seorang psikolog dalam sekolah tadi, sumber perbedaan antara laki-laki dan perempuan terdapat pada otak  dan beberapa hormon.  Dan baru saya ketahui bahwa ternyata cokelat memiliki bagian tersendiri di dalam otak perempuan.  Bagian tersebut dinamakan Chocolate Center.  Kalau saya perhatikan gambarnya, bagian ini cukup besar bila dibandingkan bagian lain yang memegang peranan masing-masing.  Jadi  terjawab sudah pertanyaan “Mengapa perempuan begitu menyukai cokelat?”,  karena ada bagian dari otak perempuan yang memang khusus merespon makanan yang satu ini.  Saya tidak tahu penelitian siapa yang dijadikan dasar, tetapi paling tidak ini menjadi sebuah referensi bagi saya.</p>
<p>Pantas jika ada sebuah produk untuk laki-laki yang menjadikan cokelat sebagai salah satu unsur di dalamnya.  Tujuannya mungkin agar  bisa  menarik perhatian para perempuan terhadap si pemakai atau seperti apa saya tidak peduli.  Yang saya pedulikan adalah cokelat yang Anda berikan untuk saya…haha…bercanda tentu! ^__^</p>
<p>Tulisan di atas mungkin tidak begitu penting karena saya yakin sebenarnya ada banyak manfaat dari cokelat yang tidak hanya untuk menyenangkan hati perempuan saja, lebih dari itu.  Yang menjadi pertanyaan saya sekarang, apakah Anda kaum lelaki juga menyukai cokelat?  Tetapi apapun jawabannya, apapun tujuannya, apapun jenis kelamin Anda, saya hanya ingin berkata: “Mari…katakan dengan cokelat !!” </p>
<p>Selesai.</p>
<p>(Tapi masih bisa Anda LANJUTKAN karena katanya LEBIH CEPAT LEBIH BAIK dan satu lagi…apa sih jargonnya??^__^v)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/510/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=510&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/06/26/katakan-dengan-cokelat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>This is Life!!</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/06/22/this-is-life/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/06/22/this-is-life/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 03:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode menyapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir 5 tahun saya tinggal di Bandung; di daerah sekitar kampus ITB (Institut Teknologi Bandung) karena saya bersekolah di sana. Selama itu pula saya mengenal seorang penjual lumpia basah yang sering mangkal di depan kampus. Saya mengenalnya, tapi saya tidak tahu namanya; parah!! “Lumpia satu ya Pak..pedes jangan pake vetsin…!” saya memesan sambil tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=504&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir 5 tahun saya tinggal di Bandung; di daerah sekitar kampus ITB (Institut Teknologi Bandung) karena saya bersekolah di sana. Selama itu pula saya mengenal seorang penjual lumpia basah yang sering mangkal di depan kampus. Saya mengenalnya, tapi saya tidak tahu namanya; parah!!</p>
<p> “Lumpia satu ya Pak..pedes jangan pake vetsin…!” saya memesan sambil tak lupa mengingatkan si Bapak  soal vetsin karena perut dan kepala saya sangat sensitif dengan penyedap rasa itu.<br />
“Hari ini rame ngga Pak?” pertanyaan itu yang selalu memulai obrolan kami sementara saya menunggu lumpia saya selesai dimasak.<br />
“Alhamdulillah, Neng…disyukuri saja. Sekarang mah nyari kerjaan susah… udah apa-apa mahal”<br />
“Iya Pak.. disyukuri saja. Biasanya sehari habis berapa kilo telor Pak? Harga telor naik kan ya? “</p>
<p>Hal-hal ringan seperti itu yang sering kami obrolkan hingga saya selalu tahu harga terbaru  dari telor, minyak goreng curah, taoge, dsb. Saya jadi tahu bagaimana membuat kulit lumpia, membuat saos gula merah yang sering dipakai sebagai perekat dan pemberi rasa manis pada lumpia, membuat batang-batang coklat yang sering dijadikan campuran taoge.  Ah…pasti tau wujud benda yang saya maksud. Sampai saya bisa mengira-ngira berapa keuntungan yang si Bapak dapat dalam sehari.  Dan masih banyak lagi.</p>
<p>Hal-hal ringan seperti itu yang sering kami obrolkan hingga saya tahu cerita tentang anak si Bapak yang butuh uang sekian juta untuk biaya praktek dan ujian akhir nasional di sebuah SMK. Saya jadi tahu tentang anak dan istri si Bapak. Saya jadi tahu pandangannya tentang negeri ini, tentang pemerintahan, tentang harapannya kepada mahasiswa dan pemimpin negeri ini. Saya jadi tahu dimana dulu si Bapak sering mangkal; mengapa bisa sampai mangkal di depan kampus ITB.  Bahkan ketika si Bapak tidak berjualan di depan kampus selama beberapa lama, saya jadi tahu bahwa ternyata beliau pindah mangkal ke IPB…ya, Bogor! Saya jadi tahu ternyata si Bapak sudah buka ‘cabang’ di Bogor. Alhamdulillah…</p>
<p>“Trus, yang jualan di IPB sekarang siapa Pak?” saya sempatkan bertanya ketika si Bapak kembali berjualan di depan kampus.<br />
“Ya…yang jualan di sini kemarin Neng. Bapak pindah dia ke Bogor  soalnya penjualan disini jadi menurun”.<br />
“Iya Pak…yang kemarin porsinya jadi lebih sedikit tapi harganya malah naik” pembenaran saya atas dasar pengamatan selama si Bapak pindah ke Bogor.<br />
“Kacau Neng, kalau sama orang itu…makanya Bapak balik lagi ke sini”.<br />
“Hmm…strategi bisnis si Bapak oke juga” pikiran saya waktu itu.<br />
Setelah kuliah usai dan tinggal menunggu wisuda, saya jarang ke kampus lagi, lebih banyak beraktivitas di luar dan jarang jajan lumpia lagi sampai beberapa waktu yang lalu saya sengaja mampir ke kampus untuk membeli lumpia basah.<br />
“Pak, lumpia satu, pedes ngga pake vetsin” pesanan seperti biasa.<br />
“Neng…kalo saya mengusulkan ke presiden harga beras satu kilonya 50 ribu setuju ngga Neng??” tiba-tiba seorang pembeli lain bertanya kepada saya.<br />
“Wah…jangan Pak, makan apa saya nanti…” saya jawab sambil membayangkan penghasilan saya dari mengajar yang pas-pasan untuk hidup di Bandung.<br />
“Loh…kenapa jangan? Kan bagus buat petani kalau harga beras dinaikkan. Nanti saya tinggal ngambil aja di kampung kalau kehabisan beras” sanggah si bapak pembeli. Oh&#8230;ternyata bapak ini punya sawah, pantas pertanyaannya aneh.<br />
“Bagus sih bagus Pak… tapi nanti yang lain mau makan apa? Boleh sih harga beras 50 ribu sekilo asal rata-rata penghasilan bersih tiap orang 50 juta sebulan. Ya ngga, Pak??” jawab saya asal sambil meminta pendapat si Bapak penjual lumpia. Beliau diam saja.<br />
“Gelo…gila kayaknya orang itu Neng…Mosok beras sekilo 50 ribu. Dia sih enak, orang kaya… lha orang kayak Bapak ini gimana?” begitu ucap si Bapak penjual ketika orang tadi sudah pergi masuk ke kampus.<br />
“Hehe…iya Pak, biarin aja… ngga usah dipedulikan”.<br />
“Ini mulai libur kapan Neng? Masuk lagi kapan?” Tanya si Bapak. Hmm…si Bapak sedang memikirkan perencanaan produksi!!<br />
“Wah…saya kurang tahu Pak. Sudah ngga kuliah lagi”.<br />
“Oh…sudah ngga kuliah lagi?sudah libur?”<br />
“Saya sudah lulus Pak….wisuda bulan kemarin itu…yang rame ada arak-arakannya”.<br />
“Oh…pantes si Eneng jarang kelihatan lagi. Anak bapak juga sudah selesai Neng, yang di SMK itu. Mau nyari kerja mah sekarang harus pake modal ya? Kemarin pas mau kerja di bengkel, dia harus bayar 2 juta dulu baru bisa kerja. Bapak lagi ngga ada duit, ya udah daripada nganggur…mending Bapak suruh jualan lumpia aja yang di Bogor. Sekarang mah…sekolah tinggi juga sama aja, susah nyari kerja”<br />
“Iya lah Pak…daripada nganggur. Sekarang emang susah nyari kerja. Apapun lah yang penting halal. Sudah sebulan sejak di wisuda, saya juga masih nganggur niy Pak…” Tiba-tiba terbayang banyaknya aplikasi lamaran yang saya kirim tapi masih nihil hasilnya.<br />
“Ah…mosok Neng?” Mungkin Bapak itu berpikir, “lulusan ITB menganggur?”<br />
“Bener kok Pak..saya masih nganggur. Sekarang paling ngajar les aja. Emang susah sih Pak nyari kerja…harus sabar!” </p>
<p>******</p>
<p>Sebuah potret hidup.  Man jadda wa jadda; siapa yang berusaha maka dia yang akan mendapatkan. Bukan mendapat apa yang dia mau, tapi apa yang terbaik untuknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=504&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/06/22/this-is-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Be a man Dewi…!!!</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/06/05/be-a-man-dewi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/06/05/be-a-man-dewi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 11:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Melihat sebuah acara di salah satu stasiun televisi di negeri ini; dimana seluruh pesertanya adalah wanita-pria atau lebih dikenal dengan “waria”, jadi teringat akan teman kecil saya. Entahlah&#8230;apa sebenarnya tujuan acara itu. Apakah benar-benar mau menjadikan mereka lelaki yang sesungguhnya? Atau hanya sebuah acara hiburan semata agar rating-nya naik? I don’t know&#8230;yang jelas saya menikmatinya&#8230;^__^ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=500&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat sebuah acara di salah satu stasiun televisi di negeri ini; dimana seluruh pesertanya adalah wanita-pria atau lebih dikenal dengan “waria”, jadi teringat akan teman kecil saya. Entahlah&#8230;apa sebenarnya tujuan acara itu. Apakah benar-benar mau menjadikan mereka lelaki yang sesungguhnya? Atau hanya sebuah acara hiburan semata agar rating-nya naik? I don’t know&#8230;yang jelas saya menikmatinya&#8230;^__^</p>
<p>Sebut saja namanya “hardi”.  Dalam bahasa jawa, kata “hardi” berarti gunung…bagus bukan namanya? Secara fisik dia adalah laki-laki, tetapi memang dari kecil lebih suka bermain dengan anak perempuan daripada laki-laki. Lebih suka bermain menjadi perias pengantin daripada bermain layang-layang. Dia kemayu, tidak seperti anak laki-laki pada umumnya.  Entahlah, tidak mengerti juga mengapa bisa seperti itu.<br />
Kegemarannya akan dunia wanita semakin menjadi ketika dia memutuskan sekolah di SMK jurusan kecantikan. Waktu itu, penampilannya masih seperti laki-laki; bercelana panjang, rambut pendek, dsb, layaknya laki-laki. Satu tahun berselang saya melihatnya serupa perempuan saja; beralis tipis dan memakai make-up di wajahnya dengan rambut yang sudah mencapai sebahu; masih dengan potongan baju ala laki-laki. Satu tahun kemudian ketika saya pulang, saya sungguh terpana dibuatnya. Rambut panjang terikat ke atas, make up tebal dengan warna lipstik menyala, memakai rok…( oh my God…dia memakai rok!!!) dan bersepatu hak tinggi. Benar-benar terpana…cantik sekali!!. Dadanya yang dulu bidang kini telah berisi meski jakun di lehernya masih terlihat dengan jelas. Suaranya yang dulu nge-bass kini telah diatur sedemikian rupa hingga menyerupai suara wanita. Entahlah…apakah saya masih bisa memanggilnya dengan sebutan “hardi” seperti dulu??? Jawabannya ketika dia berkata “Panggil aku Dewi…”. Oh my God&#8230;!!!</p>
<p>Entahlah…</p>
<p>Apakah seperti itu adalah suratan takdir? Bukankah hidup itu sebuah pilihan? </p>
<p>Ah…terlalu banyak yang amat disayangkan dari pilihan mereka itu…</p>
<p>Be a man Dewi…!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=500&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/06/05/be-a-man-dewi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reality Show!!!</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/04/01/reality-show/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/04/01/reality-show/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 14:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode menyapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[21.20  waktu kosan… Setelah bosan membuang-buang waktu dengan menonton tv sejak ba’da maghrib tadi, akhirnya saya paksa berhadapan dengan komputer lagi. Malas sebenarnya harus membuat SOP pembinaan adik-adik. Sedang  malas  untuk berpikir.  Sebuah buku berjudul Mahabaratha dan 5 buku epos Gajah Mada masih menanti untuk saya baca. Tapi saya juga sedang malas membaca. Saya sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=489&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">21.20<span>  </span>waktu kosan…</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Setelah bosan membuang-buang waktu dengan menonton tv sejak ba’da maghrib tadi, akhirnya saya paksa berhadapan dengan komputer lagi. Malas sebenarnya harus membuat SOP pembinaan adik-adik. Sedang<span>  </span>malas<span>  </span>untuk berpikir. <span> </span>Sebuah buku</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">berjudul Mahabaratha dan 5 buku epos Gajah Mada masih menanti untuk saya baca. Tapi saya juga sedang malas membaca. Saya sedang malas untuk melakukan apapun!!! Jadi, saya mulai menulis saja untuk mengeluarkan unek-unek atau apapun yang berkelebat di pikiran saya. Ah…saya pikir ini gara-gara sms seseorang yang sungguh menyudutkan saya. Tapi </span><span style="font-family:&quot;">itu</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> tidak akan </span><span style="font-family:&quot;">saya </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">bahas</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">di sini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">(Lagi pengen berbahasa Indonesia dengan baik dan benar cuy!!!hehhehe…)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yang masih terpikir oleh saya saat ini malah acara sebuah reality religi di salah satu stasiun tv yang saya tonton tadi. Terlepas itu hasil skenario atau murni seperti itu adanya, jalan ceritanya menyentuh dan membuat saya menjadi semakin bersyukur atas hidup saya. Rumput tetangga mungkin memang lebih hijau, tapi kalau saya melihat ke tetangga yang rumputnya lebih gersang tentu rasa syukur yang akan terus terucap dari mulut saya. Begitu bukan?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Acara itu mengisahkan tentang bagian kecil hidup seorang ibu yang…entahlah…mungkin saya belum tentu kuat bila menerima cobaan seperti itu. Seorang mantan PSK (pekerja seks komersil) yang akhirnya insaf lalu menikah dan dikaruniai 2 orang anak perempuan. Malangnya, nasib anaknya mungkin tak ubahnya seperti dirinya, menjadi barang yang diperjualbelikan. Dan tragisnya, sang suaminyalah yang menjual anak-anak perempuan wanita tadi ke ekspatriat dari negeri tetangga sampai anak pertamanya bunuh diri setelah melanglang buana menjadi barang dagangan. <em>Astagfirullah</em>…saya tidak tahu bapak macam apa orang itu. Tidak ingin nasib yang sama menimpa anak keduanya, sang ibu akhirnya mengikuti acara reality show ini untuk menyelamatkan anak keduanya. Sang anak yang juga sempat mencoba</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">untuk bunuh diri itu akhirnya berhasil diselamatkan. Akan tetapi, nyawa bapaknya akhirnya menjadi ganti karena transaksi sudah terlanjur dilakukan tetapi barang tidak sampai ke tangan pembeli. Bapak itu akhirnya terbunuh oleh mungkin orang suruhan sang pembeli atau entah siapa saya kurang begitu paham karena menonton sambil membaca buku pertama epos Gajah Mada. Seperti buah simalakama saja, sang ibu itu harus memilih memakan buah itu tetapi anaknya yang mati atau tidak makan tetapi suami yang mati? </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Suratan takdir…qada dan qodar…kadang memang begitu kejam, tapi yang sampai saat ini saya yakini, seberapa berat sebuah cobaan, itu sudah disesuaikan dengan kekuatan dalam diri kita. 4JJI tidak akan membebani seseorang melebihi kekuatan orang tersebut. Begitulah…<em>whenever you down, always remember you are braver than you know, stronger than you seem and smarter than you think…keep fight and enjoy your life!!!</em></span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Terus berusaha dan sabar mungki</span><span style="font-family:&quot;">n</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> bisa menjadi solusi. <strong>“Kesabaran bukanlah saat kita mampu menunggu sesuatu, tapi adalah ketegaran sebuah kerja keras untuk mendapat sesuatu. Selayaknya air yang mengalir tak pernah bertanya kemana ia akan berhenti. Akan tetapi, kita bisa berharap seperti air yang mengalir ke tempat yang lebih indah. Dan meskipun dalam perjalananya air akan sering terhalang</strong></span><strong><span style="font-family:&quot;">,</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> tapi semakin kuat hambatan yang di dapat, semakin kuat pula arusnya. Yakinlah bahwa kesedihan, kecewa adalah proses menuju bahagia dan 4JJI akan memberikan yang terbaik”</span></strong><span style="font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Itu tausyiah tentang kesabaran</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">yang saya minta dari seorang </span><span style="font-family:&quot;">guru S</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">ekolah </span><span style="font-family:&quot;">A</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">lam Bandung sore tadi. Tapi saya masih bingung, bukankah hambatan itu berbanding terbalik dengan arus ya?? Semakin besar hambatan berarti semakin kecil arus…hehehe…salah ya?? Saya sudah lupa masalah kelistrikan!!!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">22.16 masih waktu kosan…</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Mengakhiri sebuah tulisan ketika lagu “Buku ini aku pinjam” milik Iwan fals saya dengarkan…jadi ingat ada buku seorang teman yang sudah lama belum saya kembalikan…hehe… </span><span style="font-family:&quot;">Sabar teman!! seperti kata Bang Iwan di bawah ini:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Buku ini aku pinjam…</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kan kutulis sajak indah…</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hanya untukmu seorang…</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:12pt 0 10pt;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tentang mimpi-mimpi malam…</span></span></span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=489&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/04/01/reality-show/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan tentang seseorang&#8230;</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/03/16/dan-tentang-seseorang/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/03/16/dan-tentang-seseorang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 03:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[gazebo...ga zelas bo!]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Wew&#8230;cerita aja niy&#8230; Pernah ga berkhayal tentang seseorang.  Seperti apa fisiknya&#8230;seperti apa sifatnya&#8230;seperti apa kelakuannya&#8230; pasti pernah kan??? siapa sih yang ga punya kriteria atau angan-angan tentang seseorang; lawan jenis biasanya. Tapi pernah ga orang dalam khayalan lo itu tiba-tiba berdiri di hadapan lo&#8230;?? God!!! 4JJI is the great&#8230;4JJI emang Maha Keren&#8230;sumpah!!! Baru ngalamin sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=482&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wew&#8230;cerita aja niy&#8230;</p>
<p>Pernah ga berkhayal tentang seseorang.  Seperti apa fisiknya&#8230;seperti apa sifatnya&#8230;seperti apa kelakuannya&#8230; pasti pernah kan??? siapa sih yang ga punya kriteria atau angan-angan tentang seseorang; lawan jenis biasanya. Tapi pernah ga orang dalam khayalan lo itu tiba-tiba berdiri di hadapan lo&#8230;??</p>
<p>God!!! 4JJI is the great&#8230;4JJI emang Maha Keren&#8230;sumpah!!! Baru ngalamin sendiri yang kayak gitu&#8230; Dulu waktu  smp berkhayal menciptakan sesosok  pemuda idaman&#8230;hahay&#8230;kurang kerjaan banget sih!!! Kelas 3 SMP berhasil menciptakan fisiknya tuh&#8230; &#8220;Wah..kayaknya asyik niy punya teman pria dengan fisik yang bla..bla..bla&#8230;&#8221;   Menginjak SMA, sedikit demi sedikit berhasil mendeskripsikan sifat pemuda khayalan ini&#8230;seperti membuat karakter suatu tokoh&#8230;bongkar pasang gitulah&#8230;hehe&#8230; cari sifat yang sesuai dengan kata hati&#8230;hihi&#8230; &#8221; Pria ini adalah seorang yang bla..bla&#8230;bla&#8230;&#8221;   Sampe sekarang tuh masih inget betul karakter dan fisik sang pria khayalan&#8230; Tapi namanya juga khayalan&#8230;ya khayalan aja&#8230;</p>
<p>Tapi bener-bener kaget waktu nyadar bahwa pria khayalan itu bener-bener nyata!!! 4JJI&#8230;benar-benar persis seperti apa yang pernah gue khayalin!!! Subhanallah&#8230;cuma bisa geleng-geleng kepala&#8230; Diam; ga tau mesti gimana&#8230; &#8220;Pria khayalan gue&#8230;ada di depan mata dan ternyata sudah diciptakan oleh 4JJI di suatu tempat dan suatu waktu jauuuuhhh sebelum gue menciptakan sosok ini dalam khayalan gue&#8230;&#8221;</p>
<p>Ga tau mesti gimana&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=482&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/03/16/dan-tentang-seseorang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Me??? Punctual???</title>
		<link>http://patomi.wordpress.com/2009/03/15/me-punctual/</link>
		<comments>http://patomi.wordpress.com/2009/03/15/me-punctual/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 00:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>patomi</dc:creator>
				<category><![CDATA[episode berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[episode menyapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://patomi.wordpress.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Ku ingin marah Melampiaskan Tapi ku hanyalah sendiri di sini Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku KECEWA… (BCL-Kecewa) Entah mengapa akhir-akhir ini banyak dikecewakan orang karena masalah waktu. Ngerasa kecewa dengan orang yang ga bisa ON TIME padahal ane sendiri udah berasa jadi orang paling suka nelat sedunia. Bayangin aja…agendanya jam 9. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=475&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ku ingin marah</em></p>
<p><em>Melampiaskan</em></p>
<p><em>Tapi ku hanyalah sendiri di sini</em></p>
<p><em>Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku KECEWA… </em></p>
<p><em>(BCL-Kecewa)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-476 aligncenter" title="jam-gj" src="http://patomi.files.wordpress.com/2009/03/jam-gj.jpg?w=497" alt="jam-gj"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Entah mengapa akhir-akhir ini banyak dikecewakan orang karena masalah waktu.  Ngerasa kecewa dengan orang yang ga bisa ON TIME padahal ane sendiri udah berasa jadi orang paling suka nelat sedunia. Bayangin aja…agendanya jam 9. Ane pikir udah telat soalnya baru nyampe jam 09.08. “Duh…telat 8 menit !!” pikir ane was-was. Eh..ternyata sekrenya aja blom dibuka. Harus nunggu sekitar 15 menit sampe orang yang bawa kuncinya datang. Udah dibuka, nungguin tuh orang-orang yang di undang sampe jam 11.15 baru dimulai acaranya. Gelo!!! padahal ane cuma butuh waktu 10 menit untuk presentasi…habis itu selese…Gelo ya!! Sumpah!! pengen marah-marah…semua yang diagendakan hari itu jadi berantakan. Sepanjang jalan setelah selese dari acara itu jadi uring-uringan, semua orang di dalam angkot dikomentarin, dicaci maki padahal mereka ga tau apa-apa (tapi dalam hati lho mencaci makinya…hehe…)</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi cerita ketika janjian dengan seorang teman yang ternyata dibatalkan dan dia baru ngasi tau setelah 45 menit ane nunggu…God!!!bener-bener kecewa…!!!  Pulang lah daku.. kunci kamar, lampu dimatiin,  trus selimutan rapet berharap bisa tidur buat ngilangin kekecewaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita lain lagi ketika seorang teman tiba-tiba ngubah jadwal ngajar seenaknya sendiri tanpa pemberitahuan sebelumnya. “Pat, ngingetin aja ada jadwal ngajar jam 14.00” itu sms dari staff yang jaga di bimbel. “Loh, Pak…jadwal saya jam 15.30…kok diubah seenaknya sendiri sih??” sms balasan dari saya. Dengan hati yang ga ikhlas bercampur dengan ketergesa-gesaan karena harus nyampe di Antapani dalam waktu 20 menit padahal waktu itu jalan lagi macet-macetnya. Sebel ga sih…!!! “Maaf ya Pat..” itu staff yang tadi sms yang ngomong. “Bapak ga salah kok, harusnya dia ngasi tau saya dulu kalo mau tukeran jadwal. Saya ga suka kalo kayak gini Pak…” keluhku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi lain cerita ketika janjian mau jogging ma seorang temen di Sabuga. Janjian jam 6 pagi di depan gang deket kosan dia. Jam 5.30 udah di telpon tuh buat mastiin jadi mau ikut jogging ato ga. “Iya..iya..jadi…” gitu katanya. Berangkatlah ane dari kosan jam 5.55… “Lima menit nyampe lah di depan gang deket kosan dia” pikir ane. Udah sampe…duduklah di deket penjual bubur tuh. 5 menit…10 menit…15 menit…20menit… akhirnya ane susul ke kosan dia. “Ditunggu di depan kosan” begitu bunyi sms yang ane kirim. Ditunggu…ditunggu…baru muncul 15 menit kemudian… Ugghhh!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Hmm…apa sih susahnya ngasih tau terlebih dahulu kalo ga bisa datang tepat waktu??? Cukup 1 sms aja kok…ga minta lebih… Ane juga bukan orang yang punctual kok…harus melakukan segalanya tepat waktu…tapi alangkah bangganya kalo ane bisa mematuhi jadwal yang ane buat sendiri, itu aja!!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi curhat gini yak!!!hehehe…</p>
<p style="text-align:justify;">Kebiasaan tidak tepat waktu kayaknya memang sudah jadi budaya di negeri kita ini  ya… Tapi pantes ga sih budaya kayak gitu dipelihara???</p>
<p style="text-align:justify;">gambar diambil dari: www.ifotoseni.wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/patomi.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/patomi.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/patomi.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/patomi.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/patomi.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/patomi.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/patomi.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/patomi.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/patomi.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/patomi.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/patomi.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/patomi.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/patomi.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/patomi.wordpress.com/475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=patomi.wordpress.com&amp;blog=4828572&amp;post=475&amp;subd=patomi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://patomi.wordpress.com/2009/03/15/me-punctual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d6e7595a1d2803835e5d847bbb005ba?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">patomi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://patomi.files.wordpress.com/2009/03/jam-gj.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jam-gj</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
